Sandwich Generation

Pasti semua tau Sandwich kan? Roti dengan isian keju, ham, selada, tomat dan sebagainya yang dibuat berlapis dan simbol makananan praktis karena sekali “hap” sudah dapat karbo, sayur dan protein 😀

Yang akan saya bahas kali ini bukanlah makanan namun generasi yang dianalogikan sebagai “sandwich”.  Selayaknya sandwich, generasi yang dimaksudkan pada kriteria ini adalah mereka yang memiliki beban hidup berlapis-lapis, baik dari atas maupun bawah. Secara singkat, generasi sandwich merupakan generasi yang tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan orang tua mereka namun mereka juga harus menganggung biaya hidup keluarga mereka sendiri. Hal ini terjadi akibat orang tua mereka mungkin kurang persiapan saat pensiun sehingga kemudian “membebani” anak-anak mereka. Orang tua yang cenderung kurang bisa memilah prioritas, apalagi dengan adanya hutang tentu kemudian sangat membebani anaknya yang baru saja memulai kehidupan berumah tangga.

 

Image result for generasi sandwich

Biasanya generasi orang tua kurang bisa menyisihkan sebagian uangnya sebagai simpanan dana pensiun yang menjadi imbas beban untuk generasi sandwich. Tidak begitu banyak dari para generasi orang tua yang memiliki informasi dan pengetahuan yang cukup bagaimana cara mengelola keuangan mereka. Akibatnya saat mereka tidak produktif lagi, beban sehari-hari cenderung menjadi tanggungan anak-anak mereka. Jika memiliki lebih dari satu Anak bekerja, maka biasanya tanggungan tersebut dapat dibagi rata. Namun coba bayangkan jika hanya memiliki satu Anak bekerja kemudian semua menggantungkan kebutuhannya ke anak tersebut.

002_senario_01c.jpg

Imbasnya tentu saja Anak tersebut akan menanggung biaya yang cukup besar sehingga  investasi mungkin bukan menjadi prioritas. Akibatnya Anak ini pun berpotensi untuk membebani Anaknya kelak saat ia sudah tidak produktif lagi. Generasi seperti ini ternyata banyak di temui di negara-negara berkembang. Hal ini juga dianggap menjadi salah satu pemicu rendahnya tingkat enterpreneurship pada negara berkembang seperti di Indonesia. Jangankan berpikit untuk membuka usaha, kebutuhan sehari-hari saja masih kembang-kempis.

Lain halnya di negara maju, masyarakatnya cenderung memiliki pola pikir yang lebih advance sehingga tabungan hari tua sudah dipersiapkan sedini mungkin. Bisa kita lihat banyak sekali senior citizen dari negara-negara maju yang menghabiskan hari tuanya dengan berlibur baik mengunjungi sebuah destiansi maupun pesiar. Saking banyaknya jumlah wisatawan yang lanjut usia ini, bahkan ada istilah yang kita kenal sebagai grey tourism yakni pariwisata khusus yang diperuntukkan bagi para kaum manula. Mereka pun terkenal sebagai wisatawan yang loyal, senang membei tipping dan cenderung long staying guest.

Oleh sebab itu agar kita tidak membebani anak-anak kita kelak, maka perbanyak informasi dan pengetahuan tentang bagaimana cara menyisihkan uang untuk dana pensiun. Baca dan cari tau bagaimana cara menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya sehingga pos untuk investasi tetap dapat terpenuhi. Perencanaan yang matang bahkan sebelum anak lahir adalah kunci untuk memutus rantai generasi sandwich. Sangat penting untuk menghitung dengan cermat antara beban biaya hidup sehari-hari dan juga biaya hidup saat pensiun kelak akan membuat hari senja menjadi lebih bernilai tanpa harus menjadi beban anak-anak kita dikemudian hari. Dana pensiun yang cukup tersebut akan membuat generasi selanjunya memiliki kualitas hidup yang cukup dengan keluarganya kelak.

Meskipun anak-anak pasti dengan senang hati akan membantu orang tuanya, janganlah jadikan diri kita beban untuk mereka. Mumpung masih muda, yuk mulai belajar berinvestasi dari sekarang dan jadilah manula-manula kece yang dapat menikmati pelesir di berbagai negara saat tua nanti!

Advertisements

One thought on “Sandwich Generation

  1. Pingback: Menulis Daftar Pustaka (APA Style) – Diah Sastri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s