Mengapa Harus Membangun Brand Image?

Membangun brand image tentu saja tidak mudah.  Dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat, memakan waktu yang sangat lama, dan pasti membutuhkan dukungan biaya yang tidak murah. Sebagai contoh sepatu Nike yang terkenal dengan logo “Centang”-nya s.  Dengan memiliki konsep brand image yang jelas, Nike memiliki harga yang berkali lipat dibandingkan sepatu tanpa logo dan “tanpa centang”; meskipun dalam realitanya T-Shirt tanpa logo tersebut memilki kualitas yang lebih baik dari T-Shirt Nike. Ilustrasinya kira-kira seperti gambar berikut ini :

Image result for branding power nike

Saat T-shirt biasa dihargakan Rp30.000 maka harga T-shirt dengan logi Nike bisa menjadi Rp300.000. Maka wajar apabila banyak pelaku usaha yang akhirnya gagal menjalankan bisnisnya karena mereka tidak berhasil menciptakan brand image yang cukup kuat. Lemahnya brand image akan menciptakan produk yang dihasilkan tidak cukup kuat menarik pembeli sehingga tidak bisa bertahan lama di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Sebagai contoh lain dapat kita lihat pada perusahaan kopi terbesar di dunia Starbucks. Bagaimana logo “two tailed mermaidnya” yang berwarna hijau merubah harga kopi secara global.  Saat masih kuliah dulu saya menganggap nonsense  membeli secangkir kopi seharga Rp50.000; bahkan lebih mahal dari harga makan siang anak kos jaman itu (nasi jinggo rangkap tiga :D). Sekarang, hampir setiap cafe memiliki harga yang diadopsi oleh Starbucks. Kekuatan branding yang sangat luar biasa dari perusahaan yang “hanya” menjual kopi.

Nah, jika ada yang memiliki produk atau usaha berikut beberapa manfaat saat brand image tumbuh semakin kuat.

  1.  Memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Tak bisa dipungkiri bila produk branded (bermerek) selalu mendapatkan ruang khusus dihati para konsumen. Pada mereka yang dikenal dengan istilah sosialita, memiliki kecenderunagn senang membeli produk yang memiliki merek ternama dibandingkan memilih produk-produk baru yang belum jelas identitasnya. Semakin kuat brand image yang dimiliki sebuah produk, maka semakin besar pula minat konsumen untuk membeli produk tersebut.
  2. Lebih mudah mendapatkan loyalitas pelanggan. Ketika brand image sudah kuat maka saat itu juga produk tersebut mendapatkan nilai plus dimata para konsumen. Dapat kita lihat saat peluncuran IPhone versi manapun, antrean konsumen pasti panjang; bebereapa bahkan rela menginap untuk menjadi yang “pertama” untuk memiliki produk Iphone tersebut. Seperti yang tampak pada ilustrasi dibawah, beberapa “mungkin” rela menjual ginjal untuk membeli iphone keluaran terbaru tersebut (no kidding, hal ini pernah terjadi saat lounching IPhone 4s di China dulu)
  3. Image result for iphone x memMembuka peluang Anda untuk menetapkan harga jual yang lebih tinggi. Seperti yang saya sebutkan diatas, brand image yang kuat memberi nilai plus terhadap harga jual. Resiprokal yang terjadi bahwa barang yang berkualitas (bermerek) selalu diiringi dengan harga jual yang lebih tinggi. Bahkan para pelanggan pun tidak perlu ragu ketika mereka harus membayar produk dengan harga yang lebih mahal, karena mereka telah percaya bahwa produk yang mereka beli memiliki kualitas yang benar-benar terjamin.
  4. Peluang bagi pelaku usaha untuk melakukan diferensiasi produk. Ketika merek produksudah cukup kuat, maka lebih mudah untuk melakukan diferensiasi produk untuk memperluas pangsa pasar yang sudah ada. Strategi pemasaran inilah yang sering dijalankan perusahaan-perusahaan besar untuk menguasai pasar dan mengalahkan para pesaingnya. Coba perhatikan bagaimana Apple menjual aksesorisnya, misal casing HP, pasti berlubang ditengahnya, hanya untuk menekankan “Hi guys, ini IPhone loh!” 😀
  5. Menjadi ciri tertentu yang membedakan produk Anda dengan produk milik pesaing. Keberadaan merek menjadi kunci utama bagi para konsumen untuk membedakan produk tertentu dengan milik para pesaing. Semakin kuat image yang tertanam dalam benak para konsumen, maka semakin mudah pula mereka membedakan produk tertentu dengan produk lainnya yang ada di pasaran. Sehingga peluang untuk memenangkan persaingan pasar semakin terbuka lebar dan omset penjualan pun akan semakin besar.

Oleh sebab itu saat menjalankan usaha dibidang apapun, baik perusahaan jasa maupun produk; usahakan selalu tekankan branding sebagai elemen penting dalam proses pemasaran. Saat brand anda kuat maka saat itulah peluang anda untuk sustainable di pasar akan semakin terbuka lebar!

 

Advertisements

Apa itu Millennias?

Generation Y, Millenias, Millenial, Network Generation atau biasa disebut Net Generation sebenarnya memiliki makna sama. Disebut sebagai Net Generation karena salah satu ciri dominannya adalah hampir 24 Jam generasi ini harus terkoneksi dengan internet melalui beragam gadget yang dimilikinya.

 

Millenias, Millenial atau Generation Y merupakan generasi yang lahir sekitar 1980-an dan hingga tahun 2000-an.  Dengan jumlah saat ini diperkirakan sebanyak 70 juta, millenias juga merupakan segmen usia muda 12 sampai 30 tahun dengan pertumbuhan tercepat. Generasi ini  pada umumnya berada dalam lingkungan teknologi serta rata-rata berpendidikan tinggi (minimal sarjana). Di Indonesia sendiri jumlah populasinya (saat ini berusia antara 15-34) sangat besar, yaitu sekitar 34,45% dari total jumlah penduduk.

Studi tentang generasi millenias di dunia, terutama di Amerika, sudah banyak dilakukan, seperti misalnya studi yang dilakukan oleh Boston Consulting Group (BCG) bersama University of Berkley tahun 2011 dengan mengambil tema American Millennials: Deciphering the Enigma Generation. Tahun sebelumnya, 2010, Pew Research Center juga merilis laporan riset dengan judul Millennials: A Portrait of Generation Next.

Dibanding generasi sebelum, generasi millenias memang unik, hasil riset yang dirilis oleh Pew Researh Center misalnya secara gamblang menjelaskan keunikan generasi millennial dibanding generasi-generasi sebelumnya. Yang mencolok dari generasi millenias ini dibanding generasi sebelumnya adalah soal penggunaan teknologi dan budaya pop/musik. Kehidupan generasi millennial tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet dan entertainment sudah menjadi kebutuhan primer bagi generasi ini.

Secara simple, berikut perbedaan millenias dengan generasi-generasi sebelumnya:

Nah, bagi yang ingin mengetahui apa itu millenias secara lebih dalam, e-book yang sangat user friendly dapat didownload pada link berikut ini:
🙂

Search Engine Optimalization (SEO)

Dear class,

Dalam beragam kesempatan, cukup banyak mahasiswa yang menanyakan ke saya mengenai SEO atau Search Engine Optimalization. Pagi ini saya mendapatkan kembali pertanyaan yang sama di kelas, jadi tidak ada salahnya saya sharing beberapa referensi yang biasa saya pergunakan sebagai “beginner’s guide”

Secara mudah, SEO  sebenarnya merupakan serangkaian upaya yang dilakukan oleh seseorang  (biasanya webmaster)  yang bertujuan untuk meningkatkan visibilitas sebuah website menjadi lebih baik di mesin pencari, terutama Google. Halaman website yang memiliki ranking yang baik di halaman pencarian Google tentunya akan berpeluang untuk mendapatkan lebih banyak “visitor potensial” secara terus menerus dan gratis.

Cara yang paling gampang untuk melihat apakah sebuah website baik atau tidak adalah dengan mengetikkan sebuah kata kunci di halaman pencarian Google.  Halaman website/ blog yang teroptimasi dengan baik dan berada pada urutan atas (posisi 1 – 3). Biasanya website atau blog ini akan mendapatkan pengunjung lebih banyak dibandingkan dengan website yang berada di urutan bawah dari hasil pencarian.

Perlu diperhatikan, yang saya maksud dengan website atau blog yang teroptimasi dengan baik dari sisi SEO adalah website yang berada di urutan atas hasil pencarian organik (Organic Search), bukan website yang memasang iklan di Google (biasanya dalam kotak berwarna kuning yang merupakan bagian dari “adwords” atau goole ads).

Untuk lebih jelasnya, silahkan melihat gambar di bawah ini. Garis putus-putus berwarna hijau adalah advertising berbayar sementara  garis merah putus-putus adalah organic search yang tidak berbayar. Dari advertising inilah Google mendapatkan revenue-nya sebagai search engine paling “laris” sedunia.

CONTOH SEO

Nah, bagi yang ingin belajar sedikit tentang SEO, cara optimalisasi website dan menaikkan ranking di Google, silahkan download materi berikut ini:

GOOGLE search-engine-optimization-starter-guide

Moz-The-Beginners-Guide-To-SEO

 

Semoga bermanfaat 🙂

SAS

Sustainable Tourism |12 Aims for Sustainable Tourism

From the  basic concept of sustainable tourism; it’s clear that sustainable tourism was designed not to stop tourism but to manage it in the interests of all three parties involved – the host habitats and communities, the tourists and the industry itself.  It seeks a balance between development and conservation.  It seeks to find the best form of tourism for an area taking into account its ecology and its culture.  It may mean limits to growth, or in some cases no growth at all. The precautionary principle is important here. Continue reading

Word of Mouth Marketing

images

Happy customers are your best advertisers.
If people like you and like what you do, they will tell their friends.

Adapted from: Word of Mouth Marketing:  How Smart Companies Get People Talking by Andy Sernovitz,  here are basics of Word of Mouth as your effective Marketing Tool.

THE THE FOUR RULES OF WORD OF MOUTH:

Rule #1: Be Interesting

Nobody talks about boring companies, boring products, boring ads. Everyone can be interesting. Before you run an ad, before you launch a product, ask your spouse about it. Trust me…if he or she finds it interesting, you’ve got a winner.

Rule #2: Make People Happy

Create amazing products. Provide excellent service. Go the extra mile. Make sure the work you do gets people energized, excited, and eager to tell a friend. Continue reading

Composing a Marketing Plan

During the 6th semester of Hotel Administration Department, students who are currently study the Advance Marketing Subject are assign to create their very own marketing plan by examinating a 3 star above hotel in Bali.

Students used to ask, why such project is assign to us; what does it do? Well I usually answer: A Marketing plan is a tool to IMPROVE THE HOTEL’S COMPETITIVE EDGE! The subject is aimed to assist and prepare you to become a Marketing Manager someday in the future.

Here’s a brief about composing the Marketing Plan:

In general, a Marketing Plan is a written strategy for selling the products/services of a new business. It is a reflection of how serious a company is in meeting the competition head on, with strategies and plans to increase market share and attract customers. An effective Marketing Plan is backed by carefully collected market, consumer and competitor information, sometimes citing professional advice.

Why Prepare a Marketing Plan? Continue reading