Menulis Daftar Pustaka (APA Style)

Image result for literature review

Seperti janji saya pada post sebelumnya, kali ini saya akan membahas mengenai tata cara menuliskan daftar pustaka yang mingikuti format APA style. Format ini adalah format yang dipergunakan di kampus tempat saya mengajar, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Karena ini akan menjadi post yang panjang, maka akan saya sertakan juga lampiran pada akhir post sehingga mudah untuk didownload bagi mereka yang membutuhkan 😀

Jika merujuk pada definisinya,  daftar pustaka menurpakan suatu daftar yang memuat semua informasi dari sumber kutipan secara jelas dan terperinci, yang disusun secara alfabetis. Secara umum cara menuliskan daftara pustaka adalah sebagai berikut:

  1. Penulisan nama pengarang pertama dan seterusnya: nama belakang/keluarga diikuti dengan inisial nama depan dan tengah (jika ada)
  2. Hanya huruf pertama dari judul karya atau judul tambahan ditulis menggunakan huruf kapital.
  3. Pada sumber online, tuliskan secara lengkap URL nya dengan cara menuliskan kata “retrieved from” atau “diakses dari” sebelum URL dan tidak dituliskan tanggal akses (tanggal unduh atau melihat web tersebut).
  4. Untuk Prosiding yang diakses secara online maka gantikan kota terbit dan penerbit dengan nomor DOI (Digital Object Identifier) atau URL, seperti dalam artikel jurnal online.
    • Nomor DOI (Digital Object Identifier) adalah penanda yang spesifik dan tetap untuk dokumen online yang
  5. Nama negara dari kota terbit dituliskan setelah kota terbit dan dipisahkan dengan tanda koma.
  6. Tidak ada kata yang digarisbawahi, termasuk URL

Continue reading

Advertisements

Cara Mengutip dalam Karya Tulis Ilmiah

Dalam berbagai kesempatan cukup banyak mahasiswa dan bimbingan saya yang menanyakan mengenai tatacara “mengutip” yang baik dan benar. Pertimbangannya tentu indikasi plagiat yang mungkin terjadi tanpa disadari. Nah, tulisan kali ini akan memberi gambaran mengenai bagaimana caranya mengutip yang baik dan benar sehingga terhindar dari indikasi plagiarisme.

Di setiap karya tulis ilmiah pasti ada bagian yang diambil dari ide,  analisa, argumen dan atau hasil penelitian orang lain. Bagian inilah yang dinamakan kutipan. Peran penting dari kutipan adalah dipakai untuk mendukung argumen dan analisa penulis. Kutipan bisa diambil dari berbagai sumber, baik teks maupun audio visual, baik dari media print sampai online, juga bisa dokumen yang published maupun unpublished. Semua jenis dokumen dapat digunakan menjadi bagian dalam tulisan ilmiah yang dipergunakan untuk mendukung karya tulis. Yang perlu diingat setiap kali mengambil ide, argumen, tulisan, hasil penelitian, dan sebagainya dari orang lain adalah harus mencantumkan asal-usul kutipan dalam sumber kutipan dan secara mendetail dalam daftar pustaka.

Secara sederhana, kutipan adalah semua kalimat dan atau paragraf yang bukan berasal dari ide/tulisan milik penulis langsung. Biasanya seorang penulis atau pengarang mengambil tulisan orang lain untuk menjadi bagian dalam tulisannya. Bagian dari tulisan orang lain ini dipergunakan untuk memperkuat, mempertajam maupun memberikan argumentasi terhadap tulisan tersebut.

Berdasarkan cara mengutipnya, kutipan dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Kutipan tidak langsung  yaitu penulis mengambil ide orang lain, kemudian merangkainya dengan kalimat sendiri. Hal ini berarti penulis tidak menulis sama persis dengan kalimat asli yang dikutip. Penulis merangkai dan merangkum kalimat berdasarkan artikel atau sumber
  2. Kutipan langsung yaitu menulis ulang ide orang lain sesuai dengan aslinya. Hal ini berarti penulis langsung menggunakan teknik copy lalu paste  secara langsung tanpa mengubah kalimat aslinya.

Continue reading